Menkes: Rawat Inap Pengobatan Kanker Telan Dana Rp 143 Miliar
- Published on Thursday, 23 February 2012 00:00
Kebijakan pemerintah tentang pengendalian kanker dititikberatkan pada upaya promotif-preventif, yakni peningkatan perilaku hidup sehat.
JAKARTA, Jaringnews.com - Penyakit kanker menjadi beban ekonomi bagi individu, keluarga dan negara. Tengok saja, tahun 2010, program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) mengeluarkan dana lebih dari Rp 143 miliar untuk rawat inap penderita kanker di kelas tiga rumah sakit, sedangkan PT Askes menyebutkan, tahun yang sama, pengobatan kanker menempati urutan ke-4 dalam penyerapan biaya.
Bagaimana dengan tahun 2011? Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsing mengatakan, terjadi lonjakan bermakna dalam pembiayaan kanker program Jamkesmas sebesar 8%. Dia menambahkan, jenis kanker yang dibiayai didominasi oleh kanker payudara (30%) dan kanker serviks (24%).
“Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan prevalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 1.000 penduduk. Artinya, dari setiap 1.000 orang Indonesia, sekitar empat orang di antaranya menderita kanker,” ujarnya di acara peringatan Hari Kanker Sedunia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/2).
80 Dokter Umum Papua Dapat Beasiswa untuk Program Spesialis
- Published on Thursday, 23 February 2012 00:00
Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, ada 80 orang dokter umum di Papua yang mendapat beasiswa dari pemerintah pusat untuk mengambil program spesialisnya.
"Kementerian Kesehatan sendiri memberikan beasiswa kepada para dokter umum di Indonesia untuk mengambil spesialisnya. Khusus provinsi Papua, punya kuota 80 orang dokter," katanya kepada pers di sela-sela melakukan kunjungan kerja di Rumah Sakit umum Daerah Abepura, Jayapura, Selasa siang.
Tangani Kanker, Dokter Indonesia Sudah Secanggih Dokter Luar Negeri
- Published on Wednesday, 22 February 2012 00:00
Pengobatan penyakit kanker di Indonesia saat ini sudah setara dengan di luar negeri. Dengan demikian tidak perlu masyarakat Indonesia mesti pergi ke luar negeri misalnya Singapura bahkan Cina untuk sekadar menjalani pengobatan.
Ahli kanker dr Budi Harapan Siregar, Sp.BCKJ.Onk menjelaskan, pernah seorang pasien tumor tiroid dari Belanda justru dirujuk ke Indonesia, beberapa negara umumnya hanya menangani bedah untuk kasus kanker stadium awal saja.
Bakal Ada 12.000 Dokter Baru pada 2013-2014 di Indonesia
- Published on Thursday, 23 February 2012 00:00
Komite Internship Dokter Indonesia mencatat pada tahun 2013 - 2014 akan terdapat delapan ribu hingga 12 ribu dokter baru dari berbagai Fakultas Kedokteran di Indonesia.
"Saat ini ada 72 Fakultas Kedokteran dari seluruh Indonesia dan nantinya mereka akan disebar ke seluruh Indonesia," kata Sekretaris Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI), drg Yudianto M Ph di Pontianak, Rabu.








